Tragedi
berdarah yg memilukan 2300 rakyat Mesir dibantai dalam tempo 8 jam (up date
terbaru, Pukul 19:48 WIB, jumlah syahid mencapai angka 3.000 syuhada dan 15.000
luka-luka oleh rejim kudeta militer di Mesir), lebih sadis dari Tragedi
Tiananmen Cina th 90 dan Tragedi Trisakti Reformasi 98. Benar manusia
tidak memiliki nurani!
KAIRO, KOMPAS.com —
Selain menyatakan setidaknya 638 orang tewas, Kementerian Kesehatan Mesir juga
menyebutkan tak kurang dari 4.000 orang terluka dalam insiden berdarah yang
bermula dari upaya paksa pihak keamanan Mesir mengusir demonstran pendukung
Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi pada Rabu (14/8/2013).
Diperkuat kendaraan lapis baja dan buldoser, polisi
anti-huru-hara Mesir menghancurkan perkemahan dan aksi duduk para demonstran di
dua lokasi utama tempat pendukung Mursi telah menggelar aksi protes selama 6
pekan terakhir. Aksi pendukung Mursi berlangsung sejak militer menggulingkan
kekuasaan Mursi yang terpilih dalam pemilu demokratis pada Juli 2012.
Kementerian Kesehatan Mesir dalam pernyataannya
mengatakan, 288 korban tewas berasal dari perkemahan terbesar demonstran di
distrik Nasr Kota Kairo. Sementara 90 korban tewas lain berasal dari perkemahan
yang lebih kecil di al-Nahda Square di dekat Universitas Kairo. Selebihnya
tewas dalam bentrok pendukung Mursi dan pasukan keamanan di beragam tempat.
Mohammed Fathallah, juru bicara kementerian, mengatakan
sebelumnya bahwa tubuh berlumuran darah yang berderet di Masjid El Imam di kota
Nasr tidak termasuk dalam korban tewas resmi. Tidak ada pernyataan yang
memastikan apakah data terbaru ini sudah memasukkan korban tewas yang
dikumpulkan di masjid tersebut.
Sementara itu, di dalam masjid, nama para korban tewas
tertulis di kain kafan mereka. Sebagian jenazah terlihat bekas terbakar. Selain
itu, nama 265 korban meninggal juga terpampang dalam selembar daftar yang
ditempel di dinding masjid. Bau mayat tak tertahankan dari dalam masjid ini.
Banyak kalangan mengeluh pihak berwenang mencegah
pemberian izin penguburan jenazah para korban ini, meskipun Ikhwanul Muslimin
telah mengumumkan beberapa pemakaman diadakan untuk para korban yang telah
teridentifikasi pada Kamis (15/8/2013). Fathallah membantah ada pencegahan
pemberian izin itu.
Omar Houzien, relawan yang membantu mencari korban
"pembantaian" itu, mengatakan, jenazah-jenazah tersebut dibawa ke
dalam masjid dari pusat medis di perkemahan demonstran pada saat-saat terakhir
penyapuan polisi ke perkemahan karena ada kekhawatiran jenazah itu akan dibakar
polisi.
Terpisah, Pemerintah Mesir
menguburkan 43 petugas kepolisian yang juga menjadi korban dalam insiden
"Rabu berdarah" tersebut. Menteri Dalam Negeri Mohammed Ibrahim,
yang juga membawahi kepolisian, memimpin langsung penguburan itu.
Meski data korban tewas yang dilansir Pemerintah Mesir
sudah mengerikan, Ikhwanul Muslimin mengatakan, korban tewas sesungguhnya
diperkirakan mencapai 2.600 orang. Korban luka pun mencapai 10.000-an
orang.
Kecaman dan kutukan bertubi-tubi datang pada Pemerintah
Mesir, baik dari kalangan Muslim maupun Barat, atas insiden
"pembantaian" ini. Presiden Amerika Barack Obama juga sudah
menyatakan membatalkan latihan militer bersama tahunan kedua negara meski tak
ada pernyataan menghentikan bantuan 1,3 miliar dollar AS untuk militer Mesir
ataupun menyebut penggulingan Mursi adalah kudeta.
Sumber : LintasME, Pray For Egypt, #EgyptMassacre, Youtube
Tragedi
berdarah yg memilukan 2300 rakyat Mesir dibantai dalam tempo 8 jam (up date
terbaru, Pukul 19:48 WIB, jumlah syahid mencapai angka 3.000 syuhada dan 15.000
luka-luka oleh rejim kudeta militer di Mesir), lebih sadis dari Tragedi
Tiananmen Cina th 90 dan Tragedi Trisakti Reformasi 98. Benar manusia
tidak memiliki nurani!
KAIRO, KOMPAS.com —
Selain menyatakan setidaknya 638 orang tewas, Kementerian Kesehatan Mesir juga
menyebutkan tak kurang dari 4.000 orang terluka dalam insiden berdarah yang
bermula dari upaya paksa pihak keamanan Mesir mengusir demonstran pendukung
Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi pada Rabu (14/8/2013).
Diperkuat kendaraan lapis baja dan buldoser, polisi
anti-huru-hara Mesir menghancurkan perkemahan dan aksi duduk para demonstran di
dua lokasi utama tempat pendukung Mursi telah menggelar aksi protes selama 6
pekan terakhir. Aksi pendukung Mursi berlangsung sejak militer menggulingkan
kekuasaan Mursi yang terpilih dalam pemilu demokratis pada Juli 2012.
Kementerian Kesehatan Mesir dalam pernyataannya
mengatakan, 288 korban tewas berasal dari perkemahan terbesar demonstran di
distrik Nasr Kota Kairo. Sementara 90 korban tewas lain berasal dari perkemahan
yang lebih kecil di al-Nahda Square di dekat Universitas Kairo. Selebihnya
tewas dalam bentrok pendukung Mursi dan pasukan keamanan di beragam tempat.
Mohammed Fathallah, juru bicara kementerian, mengatakan
sebelumnya bahwa tubuh berlumuran darah yang berderet di Masjid El Imam di kota
Nasr tidak termasuk dalam korban tewas resmi. Tidak ada pernyataan yang
memastikan apakah data terbaru ini sudah memasukkan korban tewas yang
dikumpulkan di masjid tersebut.
Sementara itu, di dalam masjid, nama para korban tewas
tertulis di kain kafan mereka. Sebagian jenazah terlihat bekas terbakar. Selain
itu, nama 265 korban meninggal juga terpampang dalam selembar daftar yang
ditempel di dinding masjid. Bau mayat tak tertahankan dari dalam masjid ini.
Banyak kalangan mengeluh pihak berwenang mencegah
pemberian izin penguburan jenazah para korban ini, meskipun Ikhwanul Muslimin
telah mengumumkan beberapa pemakaman diadakan untuk para korban yang telah
teridentifikasi pada Kamis (15/8/2013). Fathallah membantah ada pencegahan
pemberian izin itu.
Omar Houzien, relawan yang membantu mencari korban
"pembantaian" itu, mengatakan, jenazah-jenazah tersebut dibawa ke
dalam masjid dari pusat medis di perkemahan demonstran pada saat-saat terakhir
penyapuan polisi ke perkemahan karena ada kekhawatiran jenazah itu akan dibakar
polisi.
Terpisah, Pemerintah Mesir
menguburkan 43 petugas kepolisian yang juga menjadi korban dalam insiden
"Rabu berdarah" tersebut. Menteri Dalam Negeri Mohammed Ibrahim,
yang juga membawahi kepolisian, memimpin langsung penguburan itu.
Meski data korban tewas yang dilansir Pemerintah Mesir
sudah mengerikan, Ikhwanul Muslimin mengatakan, korban tewas sesungguhnya
diperkirakan mencapai 2.600 orang. Korban luka pun mencapai 10.000-an
orang.
Kecaman dan kutukan bertubi-tubi datang pada Pemerintah
Mesir, baik dari kalangan Muslim maupun Barat, atas insiden
"pembantaian" ini. Presiden Amerika Barack Obama juga sudah
menyatakan membatalkan latihan militer bersama tahunan kedua negara meski tak
ada pernyataan menghentikan bantuan 1,3 miliar dollar AS untuk militer Mesir
ataupun menyebut penggulingan Mursi adalah kudeta.
Sumber : LintasME, Pray For Egypt, #EgyptMassacre, Youtube











0 komentar:
Posting Komentar